Download versi cetak: 1435_KebaktianSore_2026-03May

Panggilan Tuhan Kepada Daud (13)

Pdt. Dr. Stephen Tong

*Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah

Kita sudah pernah membicarakan Daud adalah teolog terbesar di dalam pengertian tentang Kristologi. Saya seumur hidup merenungkan terus dan saya tidak pernah mengerti, darimana Daud begitu banyak mengumpulkan pengertian iman tentang Yesus Kristus. Saya percaya selama ribuan tahun tidak ada satu orang Kristen mengenal Tuhan Yesus lebih daripada raja Daud yang sejak muda dipanggil Tuhan menjadi raja Israel. Alkitab tidak pernah menulis Daud masuk sekolah, khususnya belajar teologi. Jaman Daud Yesus belum datang ke dunia. Yesus dilahirkan seribu tahun setelah Daud meninggal dunia. Dari mana Daud mengerti tentang Kristus? Ini rahasia terbesar di dalam sejarah teologi. Waktu Mazmur ditulis di jamannya Daud, Yesus Kristus belum lahir. Tetapi orang Kristen dari jaman ke jaman mengerti Kristus melalui syair dan nubuat yang ditulis melalui Daud. Kelahiran Kristus begitu Ajaib, Dia dijual dengan uang 30 keping perak, Dia dicambuk, Dia disiksa, akhirnya disalib. Waktu di salib, ada dua perampok di kedua sisinya yang sama-sama disalib. Yesus mati di atas kayu salib, tetapi tidak ijinkan oleh Tuhan ada satu tulangNya yang patah. Yesus mati, Dia masuk ke dalam akhirat, tetapi jiwaNya tidak berada terus di sana. Bahkan tubuhNya tidak diijinkan mengalami kerusakan. Itu semua dicatat di dalam Mazmur. Darimana Daud mengerti semua ini? Sekarang banyak orang yang belajar teologi, masuk seminari, tetapi tidak percaya apa yang ditulis di dalam Kitab Suci. Sedangkan Daud tidak pernah masuk sekolah teologi, tetapi dia menulis setiap kalimat dengan begitu tepat. Daud mengatakan Yesus naik ke Surga dan Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Setelah Daud tulis semua ini, seribu tahun kemudian Yesus lahir di Bethlehem, Yesus dijual 30 keping perak, Yesus dipaku di atas kayu salib, Yesus mati meninggal dunia, tetapi tubuh Yesus tidak mengalami kerusakan, jiwa Kristus tidak ditahan di dalam akhirat. Semua terjadi persis seperti apa yang dikatakan oleh Daud. Yesus dipaku di tengah-tengah dua orang jahat yang menjadi perampok. Yesus sesudah mati, Dia bangkit pula, naik ke Surga. Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Orang Kristen setiap minggu membaca pengakuan iman rasuli. Di dalam pengakuan Iman rasuli, Kristologi adalah bagian yang paling panjang. Tentang Allah Bapa hanya 3 kalimat. Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi. Mengenai Kristologi, di dalam iman rasuli paling teliti, paling sempurna. Dan semua kalimat kebanyakan diambil dari Mazmur yang ditulis oleh Daud. Sesudah itu, mengenai Roh Kudus dan gereja, tetap tidak sepanjang Kristologi. Boleh saya katakan, seluruh dunia hutang kepercayaan kepada Kristus, kepada Daud. Semua buku Kristologi yang beribu-ribu jilid, ditulis sepanjang sejarah hanya memberikan komentar siapakah Yesus Kristus. Tetapi 3000 tahun yang lalu, Daud sudah mengerti semua ini. Saya percaya inilah sebabnya Tuhan berkata, Aku menemukan seorang yang sesuai dengan hati-Ku. So King David was the only man after God’s mind. Tuhan mengetahui inilah orang yang paling mengerti isi Tuhan di dalam sepanjang sejarah.

Bandingkan dengan Abraham. Abraham agung sekali. Tentang Kristologi dia tidak tahu banyak. Bandingkan dengan Musa, Musa mengetahui segala Taurat, tetapi mengenai Kristologi Musa tidak tahu banyak. Kita bersyukur kepada Tuhan. Karena ada Daud di dalam sejarah, Kristen mempunyai iman yang paling fokus. Karena ada Daud di dalam sejarah, wahyu Tuhan paling kental diberikan kepada seluruh dunia sampai hari ini. Bukan saja demikian, Alkitab berkata pada waktu Daud meninggal dunia, Alkitab menulis satu kalimat, Daud selesai menjalankan kehendak Allah, maka tidurlah dia. Alkitab tidak katakan dia mati, Alkitab mengatakan dia tidur. Karena Tuhan tidak pakai istilah mati, melukiskan berhentinya dia hidup di dalam sejarah. Setelah dia selesai menjalankan seluruh kehendak Allah, tidurlah dia.

Daud bukan orang yang sempurna. Daud bukan orang yang tidak berbuat dosa. Dia pernah berzinah dengan Batsyeba. Dia pernah pakai orang lain bunuh suaminya Batsyeba. Sehingga Tuhan marah kepada dia, mengirim nabi Nathan memberikan nubuat, pedang tidak akan meninggalkan rumahmu untuk selamanya. Kita sudah dengan berminggu-minggu menceritakan kecelakaan yang timpa kepada rumah Daud, empat anaknya mati satu persatu di hadapan Tuhan. Daud tidak sempurna, Daud mempunyai kelemahan yang besar, dia melanggar hukum Tuhan. Tuhan menghukum dengan empat anaknya mati. Ada orang mengalahkan dosa, ada orang yang dikalahkan dosa. Engkau kembali kepada Tuhan atau engkau selama-lamanya meninggalkan Tuhan. Kita waktu membandingkan riwayat Saul dengan riwayat Daud, kita mengerti dengan jelas Daud tidak pernah rela dikalahkan oleh dosa. Daud meninggalkan dosa, kembali kepada Tuhan untuk selama-lamanya. Waktu Tuhan sudah melupakan dia punya perbuatan dosa, Tuhan mencatat kalimat ini, setelah selesai menjalankan kehendak Tuhan, Daud akhirnya tidurlah. Apa bedanya tidur dan mati? Mati tidak bisa bangkit lagi. Kecuali di dalam Kristus, mendapatkan kuasa kemenangan Kristus terhadap kematian, maka orang yang mati di dalam dosa, mereka akhirnya menunggu kebinasaan datang. Puji Tuhan, kematian orang suci adalah tidur lalu akan kembali bangun lagi.

Ini kali saya pergi ke Amerika, untuk menguburkan  adik saya satu-satunya meninggal dunia. Saya pikir-pikir, mama saya salah seorang Kristen yang paling agung di dalam sejarah gereja Tionghoa. Semenjak Injil masuk ke Tiongkok, sampai mama saya melahirkan 7 laki-laki. Di dalam sejarah bangsa Tionghoa, tidak pernah ada satu keluarga, 5 yang dipanggil menjadi pendeta. Sampai kali ini, waktu kabar datang dari Los Angeles, Joseph Tong meninggal dunia, baru saya kaget. Saudara saya yang semua menjadi pendeta, sudah mati, sisa saya sendiri. Maka bagaimanapun, saya akan terbang ke Los Angeles. Sampai Los Angeles, mereka bilang besok pagi, jenazah akan diperlihatkan oleh semua orang di Forrest Lawn. Hari kedua dengan sedih saya datang ke rumah duka. Saya datang melihat peti mati yang menaruh jenazah adik saya. Saya sangat sedih, saya melihat jenazah di depan saya. Inilah adik saya satu-satunya. 85 tahun saya kenal dia, dia kenal saya. Dari kecil sama-sama main, dari kecil sama-sama sekolah, waktu muda beda 1 tahun sama-sama menyerahkan diri. Waktu saya umur 17, saya menyerahkan diri menjadi pendeta. Satu tahun kemudian, dia juga menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan. Sesudah itu, dia masuk sekolah teologi dulu, 1 tahun lulus sekolah teologi lebih dulu dari saya. Dia juga lebih dulu ditahbiskan menjadi pendeta dari saya. Di antara 5 saudara yang paling lambat ditahbiskan menjadi pendeta adalah saya. Karena saya lebih suka mengabar Injil. Sampai umur 42, baru ditahbiskan menjadi pendeta. Waktu itu Peter Tong sudah pendeta, John Tong sudah pendeta, Caleb Tong sudah pendeta, Joseph Tong sudah pendeta. Orang heran, mengapa Stephen Tong paling lambat? Saya bilang saya mengabar Injil karena ini lebih penting daripada menggembalakan domba-domba yang ada di dalam gereja. Setelah lulus sekolah teologi umur 23, rektor minta saya mengajar di sekolah teologi di mana saya belajar. Saya bertanya bolehkah minta satu hal, apakah saya diijinkan mengajar sekolah teologi 4 bulan dalam 1 tahun? Karena panggilan Tuhan pada saya bukan menjadi dosen teologi, tetapi panggilan Tuhan adalah menjadi evangelist. Saya tidak bisa melupakan panggilan Tuhan menjadi penginjil, mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Saya masih ingat setiap semester selesai, sorenya saya sudah naik kereta api ke Jakarta, ke Semarang, ke lain tempat, siap mengabarkan Injil. Delapan bulan keliling, empat bulan mengajar teologi. Setelah 25 tahun saya berhenti dari sekolah teologi. Saya pindah dari Malang ke Jakarta dan mendirikan Gereja Reformed Injili Indonesia. Di dalam 36,5 tahun selain melayani di GRII, saya juga mendirikan Institut Reformed di Amerika dan Sekolah Tinggi Teologia Reformed Injili. Saya terus melayani.

Pada waktu saya tua, saya pilih tema yang penting, panggilan Tuhan untuk manusia. Selama satu tahun setengah ini, saya sudah berbicara tentang Tuhan memanggil Abraham, Musa dan Daud. Hari ini, saya mulai khotbah tentang 10 krisis hidup orang Kristen di dunia ini. Engkau bilang apakah ini ada hubungan dengan Daud yang di panggil oleh Tuhan? Saya tidak menjawab dulu. Sudah 10 selesai, baru kita baca Alkitab. Krisis hidup manusia pertama, manusia hidup mengalami kemiskinan. Di dalam dunia ini, banyak orang hidup di dalam kemiskinan. Di dalam sejarah sekarang masih banyak orang satu hari, gajinya tidak lebih dari $2. Bayangkan begitu banyak orang hidupnya begitu susah. Gajinya begitu kecil. Mereka hidup di dalam kekurangan. Saudara mungkin belum pernah mengalami kemiskinan yang begitu fatal. Ada orang yang satu kali makan, habis ratusan dollar. Apakah perasaan hati mu? Saya tidak tahu. Saya masih ingat ketika saya masih umur 2 tahun setengah, mama saya karena peperangan jaman Jepang, dia pergi berdagang di luar kota, akhirnya 43 hari ditahan di daerah Jepang tidak bisa kembali ke rumah. Itulah hari-hari yang paling sulit yang pernah saya alami seumur hidup. Mama tidak bisa pulang, ada pembantu yang bantu membesarkan anak-anak, tetapi tidak ada uang dan tidak ada makanan. Ia hanya masak kulit kentang dan itulah yang kami makan selama 43 hari. Kami menunggu kapan mama pulang sehingga kami bisa makan nasi lagi. Semua kita bersaudara kurus sekali, seperti kulit membungkus tulang, kita hidup sangat miskin.

Krisis kedua adalah kita terlalu lelah, tidak ada waktu istirahat. Saya tidak tahu, engkau pernah kerja berat begitu letih lesu dan berat. Waktu saya umur 15, saya sudah tidak pernah minta satu rupiah dari mama. Apalagi papa, karena saya umur 3 papa sudah meninggal dunia. Saya harus pergi mengajar. Saban bulan dapat uang sedikit, uang itu saya pakai untuk bayar sekolah sendiri. Waktu saya umur 15- 16, pagi jam 7 sampai jam 12 saya sekolah. Siang makan sedikit, langsung pergi mengajar di sekolah lain. Jam 1 sampai jam 7 saya mengajar di satu sekolah yang jauh dari rumah, kira-kira 8 km. Jam 8 sampai jam 10 saya mengajar di sekolah lain yang  tempatnya lebih jauh lagi. Dan setelah sekolah kedua selesai, pergi mengajar sekolah yang lain lagi, saya dengan uang sedikit, beli makanan di tengah jalan, isi perut, langsung naik sepeda mengejar sekolah yang ketiga itu. Waktu itu saya sangat capai. Di dalam 5 tahun berat badan saya dari 60 kg, menjadi 54 kg. Saya masih ingat capainya tidak bisa tahan. Tiap hari hampir pingsan di tengah jalan. Mengapa demikian? Karena keluarga kami waktu itu sangat miskin. Saya tidak pernah jajan, kecuali di pinggir jalan beli ubi, langsung pergi kerja lagi. Waktu itu saya kalau lihat banyak orang masuk restoran makan enak-enak, saya ingin sekali, tapi tidak mungkin pergi. Saya lihat orang lain duduk di meja, makan ayam, makan bebek, makan babi, makan daging sapi, mereka seenak mungkin, saya tidak pernah ada bagian. Letih lesu, capai luar biasa. Hidup saya sangat penuh dengan penyakit. Tetapi Tuhan pelihara sampai hari ini, umur 86, nafas saya masih besar, tulang saya masih tegak, saya khotbah tidak habis-habis, karena sudah dilatih oleh Tuhan.

Krisis hidup yang ketiga, tertidur. Tertidur karena terlalu capai. Pada waktu umur 30 tahun lebih, saya beli mobil tua, saya sering dari Surabaya bawa mobil ke Malang, mengajar. Kadang-kadang, tengah jalan terlalu capai, saya tidak bisa terus setir, saya bawa mobil ke pinggir jalan, tidur di sana 20 menit. Setelah tidur 20 menit, saya bangun lagi, setir mobil lagi karena Surabaya-Malang 89 km. Satu kali saya tidur 20 menit, tidak bangun. Akhirnya pernah kaca mobil diketuk oleh polisi. Ini semua pengalaman yang saya ingat jelas, saya percaya engkau tidak pernah mengalami ini. Ini pun saya tidak tulis di dalam riwayat hidup saya. Krisis ketiga, krisis hidup tertidur, tidak bisa bangun. Ini bahaya sekali. Kalau engkau setir sampai separuh, engkau tertidur, mungkin kecelakaan, mungkin tergelincir dan masuk jurang. Di dalam ketiduran, bahaya keempat akan datang. Krisis hidup keempat, yaitu meleset, jalan salah. Karena tertidur tidak bisa mengontrol arah perjalananmu. Saya kira di dalam rohani, sama. Kalau kerohanian kita miskin, kalau kerohanian kita capai, kalau kerohanian kita tertidur, maka krisis keempat segera tiba kepada kita. Engkau tertidur, engkau bisa tersesat, engkau tertidur, engkau bisa menyeleweng. Engkau tertidur, engkau tidak sadar engkau sedang menempuh jalan yang salah. Berapa orang muda hidup menyeleweng, hidup bersalah, karena rohani mereka sedang tidur. Waktu engkau tertidur, engkau mudah digoda oleh iblis. Waktu engkau tertidur, engkau mudah tersesat karena salah arah. Saudara-saudara sekalian, jangan tidur. Minta Tuhan bikin engkau cerah mata. Mengapa ada orang muda pergi mencari pelacur? Karena dia tidak buka mata, melihat kebahayaan. Mengapa orang Kristen tertarik oleh gereja yang salah, dengan ajaran yang menyesatkan? Karena dia mata rohaninya tertidur, tidak dengan celik melihat tipu muslihat dari iblis.

Krisis kelima, diancam oleh kecelakaan mungkin mati. Waktu kecelakaan yang menyebabkan kematian tiba kepada kita, banyak orang tidak sadar, banyak orang tidak waspada apa yang mungkin terjadi. Pernahkah melihat temanmu yang muda meninggal dunia? Pernahkah mengalami kawanmu yang paling akrab mendadak meninggal dunia? Pdt. Jimmy Pardede sudah bersaksi di lebih dari 20 kota di KPIN. Dia pada waktu muda mau mengalami kebebasan yang liar, tidak mau dikuasai oleh mamanya. Ia bergaul dengan anak-anak muda, ikut mereka berkelahi, ikut mereka tidak ke gereja, satu hari teman dia berkelahi dengan teman yang lain, setelah itu masuk rumah sakit, hari kedua meninggal dunia. Dia kira berkelahi itu cuma hal yang biasa, sering terjadi, tidak perlu dihiraukan. Tidak sangka temannya dipukul oleh lawannya terlalu keras, akhirnya dalam 2 hari meninggal dunia. Lalu Pdt. Jimmy Pardede baru sadar, anak mudapun bisa mati. Waktu anak itu mati, dia kaget, dia berkata, kalau dia mungkin mati, mungkin saya juga mati. Setelah mati, saya ke mana? Dia mulai takut. Mulai pikir apa artinya hidup. Tuhan berkata-kata kepada hatinya. Dia mulai cari kehendak Tuhan. Dia mulai memikirkan arti hidup. Dia mulai waspada perbuatan dia bahaya. Jangan kira engkau muda, kematian jauh sekali dari engkau. Jangan kira orang lain bisa mati, engkau tidak bisa mati. Hidup hanya sementara. Nafas kita tidak terlalu panjang. Kita mungkin mendadak meninggalkan dunia ini.

Saya mengingatkan, hidupmu ada krisis, hidupku ada krisis. Ada krisis secara pasif, ada krisis secara aktif. Apa artinya krisis secara pasif? Bukan karena kebebasan kita, bukan karena rencana kita. Saya umur 3 menjadi orang yang yatim, bukan karena kemauan saya. Tetapi karena Tuhan ambil papa saya meninggal dunia. Saya harus menjadi anak yatim. Waktu saya umur 6, saya tanya mama, mama beritahu saya papa ke mana? Mama saya diam-diam seolah-olah  mau menangis, ia berkata, papamu pergi tempat yang jauh, tidak bisa pulang lagi. Saya tanya, mengapa tidak bisa pulang? Papa saya sengaja tidak mau pulang? Dia membuang anak-anak semua? Mama saya menjawab, tidak papamu sangat cinta kamu. Tetapi, waktu kamu umur 3, dia mendadak meninggal dunia. Saya tanya mengapa dia mendadak meninggal dunia? Hari itu kita semua makan mengitari meja, dia mendadak mengatakan, kepalanya sakit, lalu orang bawa papa saya ke loteng, kamar tidurnya. Lalu dia mengorok dengan suara keras. Tidak lama lagi, mendadak ngoroknya berhenti, lalu dia berhenti nafas. Orang mulai teriak, papa meninggal dunia, papa sudah tidak ada nafas. Mama saya langsung naik ke loteng, bagaimana goyang dia, bagaimana panggil dia, dia tidak reaksi. Mulai hari itu, mama saya tidak ada suami. Mulai hari itu, saudara saya tidak ada papa. Mulai hari itu, saya juga tidak ada papa. Kadang-kadang krisis itu pasif, kadang-kadang krisis itu aktif. Manusia tidak mungkin hidup tidak mengalami krisis. Pada waktu krisis datang, sudahkah engkau siap? Saya mau tanya, engkau bagaimana mempersiapkan hidupmu menghadapi krisis-krisis? Tidak ada orang mempunyai pegangan menghadapi krisis. Tetapi ini semua krisis yang saya bicarakan kepada kamu, semua tercatat di dalam Kitab Suci.

Hari ini saya bicara 5 macam krisis, lain kali saya datang lagi, saya bicara lagi 5 macam krisis. Sesudah itu baru kita melihat bagaimana mendapatkan solusi untuk mengatasi semua krisis yang kita harus hadapi. Jangan sombong, hidup kita bukan terus lancer, langit tidak setiap hari biru, mungkin ada angin topan yang datang, mungkin ada gempa bumi yang datang, mungkin ada tsunami yang datang, tidak ada orang yang bisa menjamin hidupnya tidak ada kesulitan. Kiranya iman kita memberikan kepada kita kesiapan hati, kiranya iman kita memberikan kita selalu sandar kepada Tuhan. Sehingga kita tidak digagalkan oleh krisis-krisis hidup di dunia. Tuhan memberkati kita masing-masing. Mari kita masuk di dalam doa.

Close
Close Search Window