18/04/2021 – Roh Kudus Dijanjikan

Bahan Alkitab: Kis 1 :1-5

Tanggal: 18/04/2021

Ringkasan:

Sesudah Tuhan Yesus bangkit dari kematian, Tuhan Yesus terus menyatakan diri dan mengajar murid muridNya.
Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus sungguh telah mengalahkan kematian dan dosa.
Dengan banyak tanda Tuhan Yesus membuktikan bahwa Tuhan sungguh sungguh hidup dan maut sudah dipatahkan.

Tuhan Yesus tidak akan terus bersama murid murid di dunia ini tapi Tuhan akan naik ke Surga.
Tuhan Yesus tinggal selama 40 hari sebelum Tuhan naik ke surga.
Selama 40 hari ini Tuhan Yesus terus mengajar tentang Kerajaan Allah.
Puncaknya adalah ketika Tuhan Yesus menjanjikan turunnya Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Allah, oknum ketiga dari Allah Tritunggal.
Tuhan Yesus yang adalah Allah menjanjikan datangnya Penghibur yaitu Roh Kudus, yang juga adalah Allah.

Roh Kudus yang adalah Allah yang kudus,akan diam di dalam hati orang percaya sehingga sebagai orang percaya kita pun harus hidup kudus.
Roh Kudus akan menginsyafkan dunia akan dosa, Kebenaran dan penghakiman.
Roh Kudus akan membantu kita untuk hidup taat pada Tuhan.
Roh Kudus akan menghibur dan menguatkan kita untuk terus hidup bersama Tuhan.

Petrus yang pernah menyangkal Yesus akhirnya menjadi orang yang begitu berani karena adanya penyertaan dari Roh Kudus.
Roh Kudus inilah yang akan membuat kita bisa menjadi alat pengabaran Injil.
Hanya di dalam Yesuslah Roh Kudus dijanjikan.

Mari setiap kita hidup suci tidak mendukakan Allah dan terus mengabarkan Injil.

Ayat Hafalan:

Kis 1: 8A
Kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.
You will receive power when the Holy Spirit has come upon you.

Guru:Phing

11/04/2021 – The Great Commission

Bahan Alkitab: Matthew 28:16-20

Tanggal: 11/04/2021

Ringkasan:

Focus cerita hari ini: berita penebusan dosa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus harus disebarkan ke banyak orang.

Ringkasan cerita:
1. Minggu lalu kita sudah merayakan hari paskah/Easter Day, hari dimana Tuhan Yesus sudah bangkit dari kematian, sehingga Dia mangalahkan kuasa dosa. Ini adalah berita penting yang harus diberitakan ke orang banyak.
2. Sesudah bangkit Tuhan Yesus bertemu banyak orang selama 40 hari. Dia mengajar tentang Alkitab dan mengajar orang2 untuk taat kepada perintah Tuhan.
3. Di hari ke 40 Tuhan Yesus bertemu dengan 11 muridNya diatas gunung dan memberikan perintah untuk mengabarkan injil keseluruh dunia.
4. Perintah ini tertulis didalam Mathew 28, tapi masih berlaku untuk kita disaat ini.
5. Anak2 diajarkan untuk memberitakan injil dengan 3 simple/short sentences: Jesus loves you, Jesus died for you, believe in Jesus.

Ayat Hafalan:

Acts 16:31a
Believe in the Lord Jesus

Guru:Robert

04/04/2021 – Jesus’ resurrection

Bahan Alkitab: Luke 24:1-12, 36-49

Tanggal: 04/04/2021

Ringkasan:

Tuhan Yesus yang mati disalib tidak selamanya mati, Dia sudah bangkit menang dari dosa.

Kematian Tuhan Yesus adalah untuk penebusan dosa kita manusia. Ada tiga hari penting yang berhubungan dengan kematian dan kebangkitan:
1. Hari pertama: Tuhan Yesus disalib, mati dan dikubur didalam gua yang ditutup dengan batu besar. Murid2 Tuhan Yesus sangat sedih.
2. Hari kedua: murid2 Tuhan Yesus masih sangat sedih karena kehilangan Tuhan Yesus.
3. Hari ketiga: kubur Tuhan Yesus kosong. Murid2 Tuhan Yesus sangat sedih mengira ada yang mengambil tubuh Tuhan Yesus. Namun duka berubah menjadi sukacita sewaktu mereka tahu bahwa Tuhan Yesus bangkit.

Kebangkitan Tuhan Yesus adalah kemenangan dari dosa. Kita semua harus rejoice. Ini adalah inti penting dari Paskah/Easter day.

Tiga hal yang penting diingat oleh anak2:
1. Percaya pada Tuhan Yesus sehingga kita menjadi bagian dari God’s Family
2. Trust and Obey. Follow His commands.
3. Tell people about Jesus.

Ayat Hafalan:

Act 16:31a
Believe in the Lord Jesus

Guru:Robert

28/03/2021 – God Makes Us More Like Jesus

Bahan Alkitab: Matius 7:16-20; Lukas 6:43-45; Matius 28:19

Tanggal: 28/03/2021

Ringkasan:

1. Minggu ini anak-anak belajar mengenai pohon yang baik. Pohon yang baik mempunyai akar yang baik, jenisnya juga baik sehingga bisa menghasilkan buah yang baik.

Begitu pula dengan kita, jika kita mempunyai fondasi di dalam Yesus, artinya menerima Yesus Kristus di dalam hati kita, maka kita akan menjadi anak-anak Allah. Sebagai anak-anak Allah kita akan menghasilkan buah yang sesuai dengan karakter Allah juga.

2. Buah yang kita hasilkan adalah:

* Buah karakter: karakter kita terus menerus diperbaharui sehingga makin lama makin menjadi serupa dengan Yesus, contoh: love one another, forgive others, serve others, love your enemies dan yang lainnya.

* Buah penginjilan: sebagai anak-anak Allah, kita juga harus berbuah dalam memberitakan kabar baik mengenai Yesus kepada orang lain.

Ayat Hafalan:

John 14:21A
Whoever has my commandments and keeps them, he it is who loves me

Guru:Mei-Mei

21/03/2021 – Jesus Says,”Obey God’s Word”

Bahan Alkitab: Matius 7:24-27; Lukas 6:47-49

Tanggal: 21/03/2021

Ringkasan:

1. Minggu ini anak-anak belajar dari kotbah Yesus di bukit mengenai perumpamaan tentang orang yang bijaksana yang membangun rumahnya di atas dasar batu, sementara orang bodoh mendirikan rumahnya di atas dasar pasir. Waktu hujan dan banjir datang, rumah orang bodoh roboh, tetapi rumah orang bijaksana tidak. Dasar atau fondasi tidak kelihatan, tetapi sangat penting untuk menopang yang kelihatan (rumah). Begitu pula dengan kehidupan kita, apa yang menjadi dasar di dalam hati kita menentukan apa yang kita lakukan.

2. Orang yang bijaksana artinya orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Orang bijaksana menjadikan Yesus sebagai fondasi dalam hatinya. Artinya dia menerima Yesus dan menjadikan Tuhan dalam seluruh hidupnya. Sehingga Yesuslah yang menolong dan memampukannya untuk terus menerus belajar mendengar dan mentaati FirmanNya.

3. Aplikasi: Setelah mendengar Firman mengenai “kasihilah sesamamu”, maka anak belajar untuk mengasihi saudara atau temannya, misalnya dengan belajar sharing mainan dengan orang lain, mendoakan saudaranya yang sakit.

Ayat Hafalan:

John 14:21A
Whoever has my commandments and keeps them, he it is who loves me

Guru:Mei-Mei

14/03/2021 – Jesus says “Serve Others”

Bahan Alkitab: Markus 10:35-45, Yohanes 13:1-17

Tanggal: 14/03/2021

Ringkasan:

Hari ini kita mau belajar tentang melayani orang lain (serve others). Ini gambar dari daddy yang sedang ganti popok babynya. Waktu masih baby, orang tua kita harus membantu kita ganti popok kalau kita kencing dan poop. Kita masih tidak bisa melakukan hal ini sendiri, jadi orang tua membantu kita. Orang tua juga membantu kita mandi, tidur, baca buku, dan menjaga kita waktu kita sakit. Kita harus berterima kasih kepada orang tua kita karena mereka rela melayani kita. Mereka melayani kita karena mereka mengasihi kita. Kasih dinyatakan melalui melayani kita. Kita yang sudah dilayani terlebih dahulu, sekarang kita mau belajar bagaimana melayani orang lain.
Nah hari ini kita mau belajar dari Alkitab, bagaimana sih maksudnya melayani orang lain. Suatu hari murid Tuhan Yesus yang bernama Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus. Mereka bilang “Tuhan, kami mau meminta sesuatu kepada Engkau, kiranya engkau boleh mengabulkan permintaan kami”. Yesus menjawab, “Apakah permintaanmu?” Lalu kedua muridnya ini menjawab Yesus “biarkanlah salah satu dari kami duduk di sebelah kananmu, dan satunya lagi duduk di sebelah kirimu di dalam kerajaan Allah”. Mereka minta tempat yang paling penting di dalam kerajaan Surga, yaitu di samping Tuhan Yesus. Mereka mau menjadi nomor satu. Mereka mau jadi yang terbesar.
Lalu waktu murid-murid yang lain dengar apa yang Yakobus dan Yohanes minta, murid-murid yang lain marah kepada dua orang itu. Mereka berkata: “Itu tidak adil, kami juga mau dong jadi yang pertama, kami juga mau jadi yang terpenting, jadi yang terbesar di antara semuanya.”. We also want to be first, we want to be great too. Lalu Yesus mengajar mereka “Siapapun yang mau menjadi yang terbesar di antara kamu, ia harus menjadi orang yang lebih dulu melayani orang lain. Siapapun yang mau menjadi nomor 1 di antara semua, ia harus menjadi hamba terhadap orang lain”. Yesus kemudian menjelaskan kepada mereka bahwa Yesus pun datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Dia datang bukan untuk menjadi yang nomor satu, yang paling besar, tapi justru untuk menyerahkan hidupnya bagi umat yang dikasihinya.
Sekarang teacher mau lanjut ke bagian Alkitab yang lain. Pada suatu waktu, Yesus dan murid-muridnya sedang bersiap-siap mau merayakan Perjamuan Paskah, yaitu perjamuan makan yang sangat special. Murid-murid Tuhan Yesus bersama dengan Tuhan Yesus berjalan menuju ke sebuah rumah dimana mereka akan makan Bersama. Karena itu perjalanan yang jauh dan jalanan itu penuh dengan debu, maka pada waktu mereka sampai di rumah itu, kaki mereka itu panas sekali dan kotor.
Anak-anak, pada zaman waktu Tuhan Yesus hidup, Ketika seseorang mau masuk ke dalam sebuah rumah, biasanya ada air yang disediakan untuk membersihkan kaki. Dan biasanya ada seorang pelayan yang menunggu di pintu, Ketika tamu dating dia yang melayani tamu itu untuk membersihkan kakinya. Tapi pada waktu Tuhan Yesus dan murid-muridnya sampai di rumah itu, tidak ada pelayan yang bisa melayani mereka untuk membersihkan kaki.
Maka, Tuhan Yesus sendiri yang mulai mengambil sebuah wadah dan mencuci kaki murid-muridnya. Anak-anak bisa lihat di gambar ini ya, kaki murid-muridnya itu begitu kotor. Tapi Tuhan pakai tangannya untuk membersihkan kaki yang kotor itu. Lalu sesudah itu dia keringkan dengan kain, Tuhan lap sampai kering. Yesus membersihkan satu persatu kaki murid-muridnya.
Murid-murid itu kaget kenapa Tuhan mau melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh seorang pelayan. Why did he wash their feet?
Sesudah mencuci kaki murid-muridnya, Yesus berbicara kepada mereka “Apakah engkau mengerti apa yang aku lakukan kepadamu? Kalau Aku, yang adalah Tuhan dan gurumu, sudah membasuh kakimu, kamu juga harus saling membasuh kakimu. Aku telah memberi teladan kepadamu, supaya kamu berbuat seperti apa yang telah Kuperbuat”.
Maksud Yesus apa? Apakah murid-muridnya harus cuci kaki lagi? Bukan. Tuhan sedang mengajar mereka untuk menjadi pelayan satu terhadap yang lain. Kita harus siap dan rela melakukan pekerjaan yang mungkin orang lain tidak mau lakukan.
Anak-anak, Tuhan melayani murid-muridnya di perjamuan malam itu. Tidak lama setelah itu, Tuhan melayani mereka lagi, tapi kali ini dengan cara yang jauh lebih besar, yaitu dengan mati di atas kayu salib untuk menebus doa umatNya termasuk murid-muridnya. Tuhan Yesus itu adalah Tuhan dan dia adalah yang terbesar (he is the first), tapi dia rela datang ke dunia dan melakukan pekerjaan sebagai seorang hamba menjadi juruselamat kita. Kita yang sudah dilayani Tuhan terlebih dahulu, Tuhan memanggil kita untuk melayani orang lain juga. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil seperti membuang sampah, membantu orang tua membersihkan rumah, menolong adik, etc (jelaskan contoh2 pakai gambar di zoom).

Ayat Hafalan:

Matthew 6:12
Forgive us our debts, as we forgive our debtors.

Guru:Yandi Lay

07/03/2021 – Jesus says “Forgive others”

Bahan Alkitab: Matthew 18:21-35

Tanggal: 07/03/2021

Ringkasan:

Ada kakak beradik yang Namanya Sally dan Sam. Sally sedang main lego, bangun rumahnya pelan-pelan, sampai rumahnya jadi tinggi. Lalu adiknya Sam datang dan langsung dorong rumah yang sudah jadi. Sally marah dan sedih, kira-kira apa yang Sally lakukan? Sally mungkin balas dendam dan dorong adiknya, lalu adiknya menangis.
Anak-anak, kita juga seringkali sama seperti Sally. Waktu orang lain berbuat salah kepada kita, kita cepat-cepat mau balas dendam. Kalau dia melalukan yang jahat terhadap saya, saya juga akan membalas dengan yang jahat. Itu reaksi natural sebagai orang yang berdosa. Tapi hari ini kita mau belajar, sebagai orang yang berdosa yang sudah diampuni oleh Tuhan, kita juga belajar mengampuni orang lain.
Suatu kali murid Yesus yang bernama Petrus datang kepada Yesus dan bertanya: Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali? Lalu Yesus menjawab Petrus: Bukan, bukan tujuh kali. Tapi tujuh puluh kali tujuh kali. Maksud Tuhan mengampuni bukan hanya tujuh kali, tapi terus-menerus. Lalu Yesus mulai memberi sebuah cerita kepada murid-muridnya supaya mereka mengerti apa yang dimaksud dengan Tuhan Yesus.
Ada seorang raja yang mempunyai banyak hamba. Kemudia dia mulai mengadakan perhitungan hutang dengan hamba-hambanya. Ada satu hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta. Itu jumlah yang sangat besar. Tapi hamba itu tidak mampu melunaskan hutangnya. Jadi raja memerintahkan supaya hamba ini dijual menjadi budak. Bukan hanya dia saja, tapi istri dan anaknya juga dijual, supaya bisa membayar hutang kepada raja.
Hamba itu sujud menyembah raja, dia berkata: “Tuanku raja, sabarlah dulu, aku pasti akan bayar hutangku. Jangan jual saya sebagai budak”. Karena raja ini adalah raja yang murah hati, dia kasihan sama hambanya ini. Lalu dia bilang sudahlah aku akan menghapuskan hutangmu, engkau boleh pergi. Wah hamba ini senang sekali, dia sukacita sekali. Lalu hamba ini keluar dari istana raja, lalu dia ketemu dengan seorang hamba yang lain yang berutang kepada dia hanya 100 perak koin saja. Ini jumlah yang sangat kecil dibanding hutang hamba yang tadi kepada raja.
Ia langsung mendatangi kawannya itu dan mencekik, katanya: “Bayar hutangmu!”Lalu temannya bilang: “Sabarlah dulu, saya pasti akan bayar kembali” Tetapi hamba ini menolak dan memasukkan dia ke dalam penjara sampai kawannya itu melunaskan hutangnya. Ada kawan-kawan yang lain yang melihat apa yang terjadi. Lalu mereka menyampaikan apa yang mereka lihat kepada raja. Lalu raja memanggil hamba yang pertama itu, lalu berkata: “Hai kamu hamba yang jahat, aku menghapuskan seluruh hutangmu karena engkau memohon kepadaku. Bukankah seharusnya engkau juga mengasihani kawanmu sama seperti aku telah mengasihani engkau? Raja itu marah dan menyerahkan hambanya yang jahat itu kepada prajurit-prajurit untuk dihukum sampai dia melunaskan hutangnya. Mungkin dia juga dipenjara.
Itu cerita yang disampaikan oleh Tuhan Yesus untuk menjelaskan tentang pengampunan.
Anak-anak teacher mau tanya hamba yang pertama tadi berhutang berapa banyak kepada raja? Hutangnya banyak sekali kepada raja. Lalu bagaimana raja menujukkan kebaikan kepada hambanya itu? Dia menghapus seluruh hutangnya. Lalu kalau tuannya sudah menghapus seluruh hutangnya, bagaimana seharusnya sikapnya terhadap kawannya yang hanya berhutang jumlah yang kecil? Seharusnya dia juga mengampuni kawannya, karena dia sudah lebih dulu diampuni.
Raja ini mengingatkan kita akan Tuhan. Tuhan yang sudah mengampuni dosa kita karena dia mati bagi kita. Kita orang-orang berdosa, waktu kita berdoa meminta pengampunan daripada Tuhan dan kita bertobat, maka Tuhan mengampuni kita. Tuhan mengajar kita kalau Tuhan sudah mengampuni kita anak-anakNya, kita juga harus mengampuni satu sama lain.
Tadi di awal teacher ada cerita tentang Sally dan Sam. Sally marah karena Sam hancurin rumah dari lego block yang Sally udah bangun. Bagaimana Sally bisa belajar mengampuni? Setelah Sally dengar cerita tadi, Sally tidak balas dendam, tidak dorong adiknya kembali. Tapi Sally bilang ke Sam: Sam yang kamu lakukan tadi tidak sopan, itu jahat. Tapi saya mau mengampuni engkau. Kamu mau bantu saya susun kembali rumahnya? Kalau kita lagi main, lalu ada teman atau adik yang dating rebut mainan kita, kita bisa belajar mengampuni dan tidak langsung balas dengan jahat. Kita bisa beritahu dia kalau rebut mainan itu tidak benar, tapi kita mau mengasihi dia, dia boleh main dulu nanti balikin setelah dia setelah main. Kalau ada teman yang berkata kasar kepada kita, jangan kita balas berkata kasar kepada dia. Tapi kita bilang kata-kata yang engkau ucapkan itu kasar dan tidak membangun, tapi aku tidak akan membalas engkau dengan kata-kata kasar juga. Aku mau mengampuni engkau dan mengasihi engkau, jangan ulangi lagi ya.
Anak-anak, mari kita belajar melakukan apa yang Tuhan ajarkan. Tuhan terlebih dahulu mengampuni kita, maka kita juga mengampuni satu sama lain.

Ayat Hafalan:

Matthew 6:12
Forgive us our debts, as we forgive our debtors

Guru:Yandi Lay

28/02/2021 – Jesus Says, “Ask God to Forgive You”

Bahan Alkitab: Luke 11:4; 15:11-24

Tanggal: 28/02/2021

Ringkasan:

Perumpaan Anak yang Hilang menggambarkan cinta Tuhan yang begitu besar kepada kita manusia berdosa.
Ada seorang ayah punya 2 orang anak laki-laki. Suatu hari anak yang bungsu bilang kepada papanya “Papa, berikan kepada saya uang saya. Uang yg diminta si bungsu ini bukan uang spt kalian mnt ke papa mama $2 to buy candy. Uang yang diminta adalah uang yang banyak, yang hanya akan diberikan ayah kepada anak2nya setelah ayah meninggal. Dia tidak mengasihi dan tidak menghormati ayahnya.Papanya mengasihi anaknya, papa kasi uang itu kepada anaknya. Setelah dpt uang yg banyak, si bungsu ini langsung pergi ke negeri yg jauh. Di sana dia pakai uangnya sesuka hatinya, he eat, drink, buy clothes, buy everything that he want. Sampai suatu hari uang yang dia punya habis semua. Skrg dia tidak pny uang lagi. Wkt itu ada bencana kelaparan, hanya sedikit makanan tersedia lalu dia mulai kelaparan Dia cari kerja tapi susah dapat pekerjaan. Akhirnya dia dapat pekerjaan sbgt penjaga babi. Waktu dia jaga babi, si bungsu ini merasa lapar sekali. Sudah berhari-hari dia tidak makan. Lalu dia mau ambil makanan babi itu mau dimakan. Tapi tuannya liat waktu dia mau makan. Tuannya marah “Jgn kamu makan itu. Kamu ga blh makan. Itu utk babi2 saya.” Si anak bungsu menangis… “Betapa malangnya saya, betapa menyedihkannya saya. Sudah berhari-hari saya tidak makan. Saya lapar sekali tapi tidak ada orang yang mau memberi saya makan. Dia menangis dan dia ingat kepada ayahnya dan hidupnya dulu. “Orang2 yang bekerja di rumah papaku mereka semua bisa makan setiap hari 3x sehari sesuka mereka. Ada banyak makanan di rumahku. Tapi aku disini mati kelaparan.” Dia sadar hidup di rumah ayahnya jauh lebih baik. Tapi dia juga tau kalau dia sudah berdosa besar kepada papanya. “Saya sudah berdosa kpd Tuhan dan ayah saya. Saya melawan ayah saya, saya bersalah kepada papa, saya habiskan uang papa saya dengan sembarangan, saya tidak layak lagi jadi anak. Saya akan bilang ke papa “Papa, saya tidak layak lagi jadi anak papa, tapi biarkanlah saya bekerja utk papa.” Maka si bungsu ini dia berdiri dan pergi pulang ke rmh papanya.

Waktu anaknya belum sampai rumah, dari jauh ayahnya sudah melihatnya. Ayahnya lari kepada anaknya, ayahnya memeluk dia dan mencium dia. “Anakku yang ku kasihi, kamu sudah kembali. “ Anak itu berkata kepada ayahnya “Ayah, aku tidak layak lagi jadi anakmu. Aku sudah berdosa kepadamu, aku bersalah, maafkan aku ayah. Maafkan aku.” Tapi sang ayah berkata “Kamu tetap adalah anakku. Ayah tidak pernah berhenti mencintai kamu. Ayah memaafkan semua kesalahanmu. Ayah selalu menunggu kamu kembali. Dan sekarang kamu sudah kembali, ayah senang sekali.” “Ambilkan jubah yang terbaik, pakaikan kepada anak saya. Ambil cincin dan sepatu. Pergi ke ladang, ambil anak lembu yang paling bagus, potong dan marilah kita adakan pestaa besar hari ini karena anakku yang hilang sudah kembali. Semua orang gembira dan berpesta karena anak bungsu yang hilang sudah kembali.

Sang ayah adalah gambaran Tuhan Bapa yang di surga. Dan kita adalah anak yang hilang itu. Kita melawan Tuhan, we have sinned against God. Sometimes we do not love our friends, we fight with our siblings, we disobey our parents, we do what we want, not what God wants. These all come from our sinful heart. We need God to forgive our sins. When we are sorry for our sins, God is ready to forgive us. God wants us to turn away from our sins and ask forgiveness. Kalau kita datang kepada Tuhan mengaku dosa kita, maka Tuhan akan mengampuni dosa kita. Tuhan akan membuat hati kita menjadi suci, putih, bersih.

Pada saat kita berdosa, kita :
1. Datang minta maaf kepada Tuhan
2. Berdoa mohon pengampunan dari Tuhan
3. Tidak lagi mengulangi dosa yang sama and bljr taat keapada Tuhan

Ayat Hafalan:

Psalm 86 : 5a
For you, O Lord are good and forgiving.

Guru:Fifi

21/02/2021 – Jesus Says, “Love Your Enemies”

Bahan Alkitab: Matthew 5 : 43-48

Tanggal: 21/02/2021

Ringkasan:

Menjelaskan arti musuh kepada anak2. Misalkan kamu bawa bola dari rumah, kamu mau main di playground tapi datang seorang anak dia rebut bola kamu lalu dia lari. He said “you can not catch me” you are loser” Kamu panggil2 dia “give me back my ball. Its mine. Why u snatch it.” Tapi dia ttp dia mau balikin. Dia pergi bawa bola kamu dan ga kembali lagi. Anak itu teman atau musuh kamu?

Waktu Yesus hidup, bangsa Israel hidup di bawah pemerintahan kerajaan Roma. Orang2 Roma jahat kepada orang2 Israel. Mereka ambil uang orang2 Israel. Kalau orang2 Israel melawan, prajurit Roma bisa menghukum mereka dan berlaku sangat kejam. Bahkan prajurit Roma bisa membunuh orang2 Israel.

Suatu hari saat Yesus sedang mengajar Yesus berkata, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menyakiti kamu.” Waktu orang2 Israel mendengar itu mereka bingung. Bagaimana kami harus mengasihi orang Roma yang sudah begitu jahat kepada kami? So difficult.. Kl org jahat kepada kita biasanya kita jg akan balas jahat kepada mereka. Tapi kita semua mau bljr dari Tuhan Yesus. Waktu Yesus disalib, apakah Yesus berdosa apakah Yesus salah dan harus disalib? Tidak.. Waktu orang2 benci kepada Yesus, mengejek2 Yesus dari bawah salib, Yesus tidak membalas. Yesus tidak marah ato benci kepada mereka. Tapi Yesus berdoa “Bapa, ampuni mereka krn mrk tidak tahu apa yg mrk perbuat.” Jesus showed the greatest love on the cross by giving His life to save us from our sins.

Kita semua dulu adalah musuh Tuhan. Kita melawan Tuhan. Kita tidak mau taat kpd Tuhan. Tapi Tuhan mengasihi kita. Kita yang harusnya dihukum tapi Tuhan selamatkan. Yesus Kristus mati menebus dosa2 kita. Skrg kita bukan lagi musuh Tuhan tapi kita semua adalah anak2 Tuhan. We were God’s enemy until God chose to love us and send Jesus to save us. Now we are no longer God’s enemy but we are children of God.

Seperti Tuhan sudah mengasihi kita, kita mau mengasihi orang lain termasuk musuh kita. Kita minta Tuhan tolong kita utk mengasihi orang2 yang jahat kepada kita. Kita ingat kalau Tuhan sudah mengampuni kita maka kita juga harus mengampuni orang2 lain yang bersalah kepada kita.

Summary :

Three things to remember to love your enemy :
1. Forgive.
Forgive people who are bad to us. Forgive if they may have hit you, took our things, say bad things to us. Just as Jesus forgive our sins, we must forgive others too
2. Pray.
Pray to God to remove anger from our heart and pray for our enemy. May God change them and ask God to forgive them.
3. Love.
Your enemy may hurt you but you can still love them. Just as God loves us, we want to love others.

Ayat Hafalan:

1 John 4 : 7a
Love one another, for love comes from God

Guru:Fifi

14/02/2021 – JESUS Says “Love One Another”

Bahan Alkitab: 1 John 3-4, John 13-34

Tanggal: 14/02/2021

Ringkasan:

Sebagai anak Tuhan, kita harus berbuah.
Dari buahnya seseorang dapat menyatakan identitas dirinya.

Kita dapat menyatakan buah kita ketika kita taat akan perintah2Nya yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu dan kekuatanmu selain itu kita juga harus mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri sendiri.

Bagaimana kita bisa mengatakan kita mengasihi Tuhan jika sesama yang bisa kita lihat saja tidak kita pedulikan?
Tuhan yang adalah kasih sudah memberikan kasih itu kepada kita sehingga kita dimampukan untuk mengasihi orang lain bukan berdasar untung rugi tapi dengan kasih yang tulus. Kasih ini tidak tergantung pada apa yang kita terima sehingga sekalipun orang itu kurang baik atau bahkan membenci dan melakukan hal yang jahat, kita tetap dimampukan untuk mengasihi mereka dengan kasih yang dari Tuhan.

Tuhan sendiri sudah menyatakan kasihNya yang terbesar ketika Allah mengirim anakNya yang tunggal datang ke dunia untuk menggantikan hukuman kita orang berdosa.
Yesus datang dan menerima hukuman setiap manusia berdosa di kayu salib walau Yesus tidak bersalah. Itu semua menjadi bukti bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, tidak ada kasih yang lebih besar dari itu.

Sebagai anak Tuhan, kita pun terus menerus disempurnakan untuk mengasihi sesama dengan kasih yang dari Tuhan ini.
Kita dapat menyatakan kasih Tuhan kepada sesama ketika kita taat perintah Tuhan.
Kita bisa mengasihi karena TUHAN lah yang pertama sudah mengasihi kita dan memberikan kasihNya untuk kita.
Marilah kita mengasihi Tuhan dengan lebih sungguh juga mengasihi sesama bukan hanya dengan perkataan tapi juga dengan perbuatan.

Ayat Hafalan:

1 John 4:7a
Love one another, for love comes from GOD

Guru:Phing

Posts navigation

1 2 3 4 5 6
Scroll to top